IHT (In Hause Training) adalah pelatihan internal sekolah biasa dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru. Kegiatan ini bagus dan positif. Tetapi bila IHT hanya duduk, diam dan dengar maka khawatir tujuan dari implementasi nya sulit terwujud, maka baiknya harus ada kegiatan lanjutan setelah IHT… misalnya:
Hasil dari IHT akan lebih baiknya mulai di implementasikan dengan terlebih dahulu membuat perencanaan pembelajaran bersama dengan kelompok mapel yang sejenis. Perencanaan pembelajaran ini yang akhirnya disebut modul/RPP ini harus memuat aspek/ materi yang di IHT kan.
Setelah RPP/modul sudah dibuat langkah selanjutnya harus terpantau saat pelaksanaan pembelajaran. Ini bisa dengan mengaktifkan “lesson study”, misalnya ada guru model dan ada pemantaunya. Saat mengimplementasikan pembelajaran ini jangan lari dari topik IHT yang sudah dipelajari.

Ibu Wulan menjadi guru model dengan mengimplementasikan pembelajaran terdiferensiasi.
Langkah selanjutnya melakukan survei dengan alat survei yang sudah dibuat dengan mengacu kepada indikator keberhasilan. Dikatakan IHT berhasil kalau pembelajaran itu mempunyai dampak positif bagi siswa. Lalu bila tidak berdampak, saran saya IHT itu diulang atau ada IHT kelanjutannya….

Hasil pembelajaran di evaluasi oleh Fasilitaor PSP, Bapak Bahdeur.